SELAYANG PANDANG BERDIRINYA PONDOK PESANTREN TAHFIDZIL QURAN (PP TQ) IKHWAN AL HAROMAIN

Posted on Posted in Berita

SELAYANG PANDANG BERDIRINYA PONDOK PESANTREN TAHFIDZIL QURAN (PP TQ) IKHWAN AL HAROMAIN

Maha Suci Allah SWT pemilik semesta alam raya. Hari ini, Sabtu, 14 Mei 2016, dengan mengharap ridhoNya, Pondok Pesantren Putri Tahfidzil Qur’an Ikhwan Al-Haromain diresmikan.

Pondok Pesantren Tahfidzil Quran  terletak di Jalan Kertajaya IX F No. 18 Surabaya. Berdirinya Pondok Tahfidzil Quran Ikhwan Al-Haromain tidak lepas dari sosok H. Echwan Siswadi, SE, MM. Beliau adalah pengusaha sukses di Surabaya yang membawahi 7 perusahaan diantaranya. CV. One Collection, Percetakan Salsabila, PT Ikhwan Berkah Sejahtera (IBS), PT Ikhwan Berkah Sempurna (IBS Paint), PT. Ikhwan Berkah Samudra (IBS Pelayaran), PT. Ikhwan Berkah Syari’ah (IBS Koperasi), dan PT. Ikhwan Berkah Sardjono (IBS Alat Kesehatan).

Sebelumnya tidak ada rencana di benak H. Echwan untuk mendirikan pondok hingga akhirnya keinginan tersebut muncul setelah bertemu KH. Ihya’ Ulumiddin, Sohibul Ma’had Nurul Haromain, di Pondok Pesantren Nurul Haromain yang terletak di Ketintang Surabaya pada Sabtu, 26 Oktober 2013. Pertemuan itu menjadi pertemuan pertama antara H. Echwan dan Abi Ihya’ Ulumiddin yang dijembatani oleh KH. Ali Husni.

Pada pertemuan itu, H. Echwan yang akrab dengan sapaan Abah Echwan bersama Abi Ihya’ membicarakan banyak hal. Abah Echwan kemudian mengajak Abi Ihya’ berkunjung ke rumahnya. Abi Ihya’ pun menyetujui dengan syarat Abah Ehwan harus datang dalam acara peletakan batu pertama gedung baru Pesantren Mahasiswa (Pesma) Baitul Hikmah di Jalan Gubeng Kertajaya VD/22.

Keesokan harinya, Minggu, 27 Oktober 2013, Abah Echwan menghadiri peletakan batu pertama Pesma Baitul Hikmah. Ketika acara, secara khusus Abi Ihya’ meminta Abah Echwan untuk ikut andil dalam prosesi peletakan. Peletakaan batu pertama oleh Abi Ihya’ Ulumiddin, peletakan kedua oleh Prof. Dr. Moh.. Nasih, SE., MT., Ak., CMA, rektor Universitas Airlangga, dan peletakan batu ketiga oleh Abah Echwan.

Peristiwa pada hari itu membuat Abah Echwaan terpukul karena memiliki kos-kosan putri namun tidak pernah memikirkan akhlak dan pergaulan anak-anak kosnya. Semenjak itu timbul niatan dalam hati Abah Echwan untuk mendirikan sebuah pondok khusus mahasiswi.

Setelah acara peletakan batu pertama, Abah Echwan mengajak Abi Ihya’ bersama santrinya ke rumah di Jalan Karangwismo. Sampai rumah, seluruh rombongan menyantap makanan dan setelah itu kembali lagi bergulir diskusi antara Abah Echwan dan Abi Ihya. Abah Echwan bercerita banyak hal hingga secara spontan keluar pembicaraan ingin mewakafkan tanahnya untuk dijadikan pondok. Pada saat itu, Abah Echwan belum meminta izin kepada istrinya tentang rencana mewakafkan tanah tersebut namun Abah Echwan yakin istrinya akan memberikan restu.

Saat itu Abah Echwan memiliki tanah kosong tepat di samping kos-kosan putrinya. Abah Echwan lalu meminta tolong Abi Ihya’ untuk melihat tanah tersebut. “Kalau memang tanah ini cocok untuk pondok akan diwakafkan untuk dijadikan pondok,” tutur Abah Echwan ketika itu.

Berangkatlah Abah Echwan bersama Abi Ihya’ bersama rombongan melihat tanah calon pondok. Di situ masih berdiri rumah tua. Abi Ihya’ masuk ke rumah tersebut dan meminta sajadah beserta Al Quran kepada Abah Echwan untuk melaksanakan sholat istikhoroh. Ketika itu, Abi memita untuk ditinggal di rumah sendirian.

Beberapa waktu kemudian, Abi keluar dari rumah berpeluh keringat seraya berteriak “Alhamdulillah.. Sah-sah.” Pernyataan tersebut menandakan diridhoi-Nya tanah tersebut untuk dijadikan pondok. Mendengar seruan tersebut hati semua orang-orag berdebar-debar dan air mata menetes keluar.

“Sudah saatnya kamu memikirkan agama keluargamu dan orang-orang di dekatmu. Kamu tidak usah memikirkan duniamu karena duniamu akan diatur oleh Allah SWT,” nasehat Abi Ihya’ kepada Abah Echwan. Nasehat tersebut selalu dipegang tegung oleh Abah Echwan hingga saat ini.

Satu bulan kemudian dilaksanakan prosesi peletakan batu pertama, tepatnya pada Ahad, 17 November 2013. Prosesi ini dihadiri oleh Abi KH Ihya’ Ulumiddin, KH Sholeh Khosim, KH Syukron Adnan, KH Farrokhi, KH Ali Husni, Gus Robbich, dan masih banyak lagi.

Ketika itu, Abah Echwan meminta doa agar pondok ini bisa di bangun tanpa sumbangan dari orang lain meski satu sak semen. Abah Echwan berniat membangun pondok ini dengan kerja kerasnya bersama para karyawan perusahaannya, hingga akhirnya pondok ini pun dapat berdiri sekarang ini.

Untuk Siapa Pondok Ini?

Tujuan berdirinya pondok ini untuk mengatasi masalah urban. Banyak mahasiswi yang dari daerah kadang terbelenggu di berbagai macam organisasi keislaman kampus yang radikal. Oleh karena itu, berdirinya pondok ini sebagai solusi permasalahan tersebut, tentunya dengan mengusung islam rahmatan lil ‘alamin.

Kecintaan Abah Echwan terhadap Al Quran membuat beliau memutuskan mengkhususkan pondok ini sebagai pondok tahfidz Quran. Pondok ini dikhususkan untuk mahasiswi putri. Sesuai dengan misi Pondok Tahfidzil Quran Ikhwan Al-Haromain yakni “Otak Jerman Hati Mekkah”, Abah Echwan berharap para hafidzoh ini di masa mendatang menjadi generasi penerus bangsa berotak cerdas serta islami. Dapat mengamalkan ilmunya di masyarakat serta membentuk generasi Qur’ani yang berakhlakul karimah dan berotak cerdas.

Persyaratan

Syarat administrasi:

  1. Fotokopi KTP
  2. Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
  3. Fotokopi Ijazah terakhir, baik sekolah maupun pesantren (bagi yang pernah tinggal di pondok sebelumnya)
  4. Pas foto berwarna ukuran 3X4 sebanyak 2 lembar
  5. Mengisi formulir pendaftaran

Syarat umum:

  1. Lulusan SMA/Sederajat
  2. Muslimah lancer membaca Al Quran
  3. Punya cita-cita memiliki hafalan Al Quran
  4. Berusia maksimal 22 tahun
  5. Mahasiswi Universitas Airlangga
  6. Bersedia tinggal di pesantren selama masa tahfidz Al Quran selama 2 tahun

Narahubung: 08125233933 (Awal Syahyudi)

Tinggalkan Balasan