Hari Selasa hingga Kamis yang jatuh pada 1-3 September 2020, bertepatan dengan 13-15 Muharram 1442 Hijriah pada kalender Islam. Artinya dalam penanggalan Islam, muslim memasuki pertengahan bulan dan disarankan melakukan puasa Ayyamul Bidh.

Dalam hadits yang diriwayatkan `Abdullah bin `Amr bin Al-`As, puasa Ayyamul Bidh yang dilakukan tiga hari seperti puasa sepanjang tahun

صَوْمُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ

Artinya: “Puasa pada tiga hari setiap bulan adalah seperti puasa sepanjang tahun.” (HR Bukhari).

نَوَيْتُ صَوْمَ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى

Arab latin: Nawaitu Sauma Ayyaamal Bidh Sunnatan Lillaahi Ta’ala.

Artinya: “Saya niat puasa Ayyamul Bidh, sunnah karena Allah ta’ala.”

Begitu pentingnya bagi muslim untuk tidak melewatkan puasa Ayyamul Bidh, hingga Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk melakukan ibadah ini. Perintah ini tertuang dalam hadits yang diceritakan Abu Dzar.

يَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا صُمْتَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ فَصُمْ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ

Artinya: “Jika kau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 pada bulan Hijriyah.” (HR Tirmidzi).

Ayyamul Bidh kadang disebut white days yang ternyata berkaitan dengan kondisi malam di pertengahan bulan. Dikutip dari situs AboutIslam, bulan terlihat bulat sempurna dengan sinarnya yang berwarna putih yang merupakan pantulan dari matahari.

Dalam hadits yang diriwayatkan Abu Hurrairah, puasa Ayyamul Bidh menjadi wasiat yang ditinggalkan Rasulullah SAW untuk umatnya

أَوْصَانِى خَلِيلِى بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلاَةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ

Artinya: “Rasulullah SAW mewasiatkan padaku tiga nasihat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati yaitu berpuasa tiga hari setiap bulannya, mengerjakan shalat Dhuha, dan mengerjakan shalat witir sebelum tidur.” (HR Bukhari).