MENIKAH merupakan sunah Rasulullah. Ini adalah salah satu nikmat diberikan Allah kepada hambaNya agar bisa bersenang-senang dengan pasangan lawan jenis, meneruskan keturunan, membentuk keluarga yang taat kepada-Nya, dan terhindar dari zina.

Namun, bagi yang belum menikah, memilih pasangan bagi sebagian orang bukan perkara mudah. Para jomblo sering galau ketika menentukan siapa calon pasangan yang harus diseriusi untuk dinikahi.

Tapi, tenang saja. Allah memberikan solusi dalam Alquran. Tahukah kamu kalau tanda-tanda bahwa si dia jodoh kamu sudah disebutkan dalam Alquran dan bisa menjadi pegangan buat kamu dalam mencari pasangan hidup.

Jika kamu melihat keriteria dalam Alquran ini sesuai dengan si dia, maka yakinlah bahwa dialah jodohmu.

Berikut tanda-tanda seseorang itu jodoh kamu sebagaimana disebutkan dalam Alquran:

1. Sifat yang sama (An-Nur:28)

فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا فِيهَا أَحَدًا فَلَا تَدْخُلُوهَا حَتَّىٰ يُؤْذَنَ لَكُمْ ۖ وَإِنْ قِيلَ لَكُمُ ارْجِعُوا فَارْجِعُوا ۖ هُوَ أَزْكَىٰ لَكُمْ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ

Fa il lam tajidụ fīhā aḥadan fa lā tadkhulụhā ḥattā yu`żana lakum wa ing qīla lakumurji’ụ farji’ụ huwa azkā lakum, wallāhu bimā ta’malụna ‘alīm

Artinya: “Jika kamu tidak menemui seorangpun didalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu: “Kembali (saja)lah, maka hendaklah kamu kembali. Itu bersih bagimu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”

2. Merasa tentram (Ar-Rum:21)

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Wa min ayatihi an khalaqa lakum min anfusikum azwajal litaskunu ilaiha wa ja’ala bainakum mawaddataw wa rahmah, inna fi zalika la`ayatil liqaumiy yatafakkarun

Artinya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”

3. Diterima keluarga (Asy-Syura:11)

فَاطِرُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَمِنَ الْأَنْعَامِ أَزْوَاجًا ۖ يَذْرَؤُكُمْ فِيهِ ۚ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Fatirus-samawati wal-ard, ja’ala lakum min anfusikum azwajaw wa minal-an’ami azwaja, yazra`ukum fih, laisa kamislihi syai`, wa huwas-sami’ul-basir

Artinya: “(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat”

4. Memahami kita (Al-Furqan:74)

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Wallazina yaquluna rabbana hab lana min azwajina wa zurriyyatina qurrata a’yuniw waj’alna lil-muttaqina imama

Artinya: “Dan orang orang yang berkata: Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.

Ketua Ikatan Sarjana Quran Hadist Indonesia, Ustadz Fauzan Amin mengatakan, kriteria dalam ayat tersebut berkaitan dengan cara hidup sakinah mawadah wa rahmah, sebagaimana tuntunan Nabi Muhammad SAW.

“Intinya ikuti cara Nabi, ikuti petunjuk Alquran. Hidup akan tenang. Dalam keluarga, masalah pasti ada. Itu sunnatullah,” ujarnya.