SETIAP muslim wajib hukumnya bisa membaca Alquran, kitab Allah sebagai pedoman hidup manusia hingga hari kiamat. Membaca Alquran sangat banyak keutamaan dan pahalanya. Tiap satu huruf yang dibaca akan diganjar satu kebaikan dan terus dilipatkandakan kebaikan atas tiap bacaannya.

Alquran juga akan memberikan syafaat pada hari akhirat bagi siapa saja yang sering membacanya. Sebagaimana sabda Rasulullah:

“Bacalah oleh kalian Alquran, karena ia (Alquran ) akan datang pada hari kiamat kelak sebagai pemberi syafa’at bagi orang-orang yang rajin membacanya” (HR. Muslim 804)

Namun, yang perlu dipahami membaca Alquran harus dengan benar makharajil huruf dan tajwidnya. Karena apabila tajwid dan pengucapan hurufnya salah, maka artinya pun akan salah juga.

Ini 12 hukum bacaan tajwid seperti dikutip dari Umroh.com:

Hukum bacaan nun mati atau tanwin.

Hukum bacaan nun mati bertemu suatu huruf. Hukum ini di bagi dalam beberapa kategori.

1. Izhar Halqi

Izhar secara bahasa artinya jeas dan izhar halqi adalah hukum bacaan apabila nun mati atau tanwin bertemu dengan salah satu huruf izhar halqi. Adapun halqi sendiri berarti tenggorokan, maka cara mengucapkannya harus jelas juga, huruf tersebut antara lain alif atau hamzah dan ha, ghain, ha, ain, kha.

2. Idgham bigunnah

Idgham bigunah artinya melebur di sertai dengungan atau yang berarti memasukan salah satu huruf nun mati atau tanwin kedalam bugunnah tersebut haruslah mendengung jika na bertemu empat huruf berkutnya yakni nun. ya, wauw, mim.

3. Idgham bilaghunnah

Idgham bilaaghunnah artinya melebur tanpa mendengung atau memasukan huruf sesudahnya tanpa disertai suara mendengung. Hukum bacaan tersebut berlaku jika nun atau tanwin bertemu huruf berikutnya lam dan ra. Meskipun demikian hukum ini tidak berlaku apabila nun mati atau tanwin serta huruf tersebut tidak ada dalam satu kata.

4. Iqlab

Iqlab adalah suatu hukum bacaan alquran yang terjadi apabila nun mati atau tanwin bertemu di dengan satu huruf sajayaitu huruf ba dalam bacaan ini, bacaan nun mati atau tanwin.

5. Ikhfa’ haqiqi

Ikhfa memiliki arti menyamarkan, hukum bacaan ini berlaku apabila nun mati atau tanwin bertemu dengan hurf-huruf ikhfa yakni zai, dzal, jim, tha, ta, fa, dhod, sod, syin, sin dan huruf kaf.

Jika bertemu denga huruf huruf ini maka nun mati atau tanwin harus di baca samar atau antara bacaan izhar dan bacaan idgham.

Hukum bacaan mim mati

Selain itu, ada juga hukum bacaan yang didasarkan pada pertemuan mim mati dengan huruf tertentu di antaranya adalah sebagai berikut.

6. Ikhfa syafawi

Ikhfa syafawi berbeda dengan ikhfa haqiqi yakni bukan nun mati yang bertemu dengan huruf yang ikhfa melainkan huruf mim mati ikhfa syafawi di baca ba bertemu dengan huruf ba dengan cara samar-samar pada bibir dan juga dengan di dengungkan.

7. Idgham mimi

Idgham mimi mutamasilain sangat mudah diingat yakni ketika huruf mim mati bertemu dengan huruf mim mati dan cara melafalkan bacaan tersebut adalah dengan membaca huruf mim rangkap secara mendengung.

8. Izhar syafawi

 Hukum bacaan izhar syafawi berlaku apabila bertemu dengan salah satu huruf mim mati dan huruf ba huruf hijaiyyah selain huruf mim. Adapun cara membaca idzhar ini harus di lafalkan dengan jelas pada bibir sambil menutup mulut

9. Hukum bacaan idgham

Pada bagian sebelumnya di sebutkan dua jenis hukum bacaan idgham yakni idgham bilagunnah dan idgham bigunnah. Selain dua jenis idgham tersebut ada juga tiga jenis idgham yang lain

10. Idgham mutamathilain

Idgham mutamathilain adalah hukum bacaan yang terjadi apabila suatu huruf bertemu dengan huruf tang sama misalnya huruf dal bertemu dengan huruf dal.

11. Idgham mutaqaribain

Idgham mutaqaribain adakah bertemunya dua huruf yang makhraj dan sifatnya hampir sama, seperti huruf mim bertemu ba, huruf kaf bertemu qaf.

12. Idgham mutajanisain

 Idgham mutajanisain adalah hukum bacaan ketika duahuruf dengan makhraj yang sama tetapi tidak sama sifatnya bertemu seperti huruf ta bertemu tha, lam bertemu ra serta dzal dan huruf zha.

Hukum bacaan mad

 Adapun selanjutnya adalah hukum bacaan mad yang artinya melanjutkan. Secara istilah ulama tajwid adalah ahli bacaan Alquran, mad diartikan sebagai pemanjangan suara. Lalu diketahui ada dua jenis mad dalam bacaan Alquran yakni mad asli dan mad far’i.

Sedangkan huruf mad ada tiga, yakni alif, wau, dan ya. Untuk menjadi bacaan mad, maka huruf –huruf tersebut harus berbaris mati atau yang di sebut dengan istilah saktah. Untuk mengukur pajang pendeknya suatu mad adalah menggunakan istilah harakat, seperti dua harakat, tiga harakat, empat harakat dan seterusnya.

Muhammad Hafizh Arya Pradana, Jurnalis