Salah satu manfaat terbesar puasa adalah agar setiap orang Islam mendapat predikat muttaqin, yakni orang yang bertakwa. Karena dengan ketakwaanlah seseorang akan mendapat ridha Allah dan pahala surganya Allah Ta’ala.

Allah Ta’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. (QS Al-Baqarah : 183).

Puasa adalah salah satu kondisi dimana setiap muslim dan mukmin harus menahan lapar serta dahaga dimulai dari terbitnya matahari sampai terbenamnya matahari. Dari waktu subuh hingga adzan maghrib. Sebenarnya, puasa bukan hanya terlepas dari makanan dan juga minuman, namun lebih dari itu puasa juga bertujuan untuk menahan diri dari segara bentuk amarah, prilaku, maksiat dan beberapa hal lainnya. Maka dari itu, musuh terbesar puasa yang paling berat adalah diri sendiri.

Sebenarnya tidak ada larangan bagi siapa saja yang harus dan ingin menjalankan ibadah puasa, bahkan ibu hamil dan ibu menyusui pun dianjurkan untuk berpuasa. Mungkin ketika muslimah tengah hamil dan harus berpuasa, kondisi ini akan menjadi salah satu tantangan tersendiri. Dengan kondisi yang lemah, seorang ibu hamil harus bisa menahan diri dari rasa haus dan juga lapar.

Kata Nabi Shallahu ‘Alaihi wa Sallam :

صوموا تصحوا

(shumu, tashihhu), “Berpuasalah Niscaya Kamu Akan Sehat”.

Hadis ini dari riwayat Imam at-Thabarani dari Abi Hurayrah RA dan Ibn Adiyy dari Sayyidina Ali dan Ibn Abbas RA.

Jalur transmisi atau sanad dan derajat hadis ini masih diperdebatkan. Namun kebenaran bahwa puasa itu menyehatkan sudah dapat dibuktikan secara medis. Artinya, muatan atau isi hadis sudah banyak dibuktikan secara medis. Kalau kita makan tiga kali sehari maka rata-rata tiap delapan jam lambung kita mendapat tugas baru.

Termasuk dalam hal ini, seorang muslimah yang sedang hamil, akan mendapat manfaat pahala dan kesehatan saat berpuasa. Karena berpuasa memberikan interval waktu bagi organ-organ pencernaan tersebut untuk merenovasi sel-sel yang rusak dan memberikan kesempatan energi tubuh memenuhi kebutuhan organ-organ lainnya.

Kolumnis kesehatan dr. Yusra Firdaus mengatakan, ibu hamil boleh saja berpuasa saat trimester kedua saat sudah mulai nyaman dengan kondisi kehamilannya. Puasa justru memberikan manfaat tersendiri asalkan dijalankan dengan baik. Jika muslimah mampu menakar dengan optimal nutrisi untuk asupan di tubuhnya saat waktu sahur dan berbuka, maka puasa bisa dilakukan. Terutama saat usia hamil masih muda.

Dengan nutrisi yang baik, sebenarnya puasa memberikan manfaat luar biasa bagi tubuh dalam mendetoks tubuh secara alami dan memberikan kesempatan bagi organ pencernaan untuk dapat istirahat sejenak.

Pada saat berpuasa, ternyata terjadi keseimbangan nutrisi dalam tubuh. Asam amino dan zat lainnya akan membantu peremajaan sel. Hal ini tidak terjadi pada kelaparan jangka panjang, berbeda dengan kelaparan, puasa hanyalah beberapa jam saja. Ada pun saat sahur dan buka puasa yang dapat digunakan untuk menyuplai kebutuhan tubuh selama satu hari. Jadi tubuh tidak akan kekurangan nutrisi selama berpuasa.

Saat berpuasa, tubuh seseorang akan melakukan peningkatan kolesterol baik atau HDL secara alami serta terjadi penurunan kolesterol jahat atau LDL. Penurunan kadar kolesterol jahat tersebut sangat baik bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Pada saat berpuasa, seseorang tidak hanya menahan lapar dan haus tapi juga menahan emosinya sehingga cenderung lebih sabar dalam menghadapi masalah. Hal ini tentu sangat baik bagi orang yang berpuasa, begitu juga bagi ibu hamil yang sedang berpuasa.

Ibu hamil bisa jadi cepat marah namun saat berpuasa mereka akan lebih bisa mengontrol emosinya karena marah ataupun perbuatan buruk dapat mengurangi nilai puasa yang sedang dijalankannya. Jadi kesehatan psikologi seorang ibu hamil akan cenderung lebih baik saat ia berpuasa sehingga selalu menjalani tips sehat ala Rasulullah.

Puasa juga dapat menjaga pola makan menjadi lebih terjaga. Ibu hamil dapat menjaga pola makannya sehingga tidak terlalu banyak makan. Bagi yang sudah menderita kegemukan, puasa bisa digunakan untuk mengatasi masalah kegemukan tersebut.

Yang perlu diperhatikan adalah asupan makanan saat berbuka sebaiknya tidak berlebihan agar tidak menambah masalah kegemukan. Meskipun ibu hamil membutuhkan banyak asupan namun harus tetap dijaga agar tidak berlebihan sehingga janin dan ibu tidak mengalami kelebihan berat badan.

Jadi berdasarkan manfaat tersebut, ibu hamil sebenarnya layak untuk berpuasa asalkan memang dalam keadaan sehat dan tidak akan mengganggu kesehatan janinnya. Jika masih ragu maka bisa dikonsultasikan kepada dokter apakah boleh berpuasa atau tidak. Saat berpuasa, ibu hamil juga tetap mencukupi kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan olehibu dan janinnya. Pada saat sahur dan berbuka, selain makan secukupnya sebaiknya banyak minum air putih dan susu untuk ibu hamil.

Bahkan, studi yang dilakukan peneliti Lebanon tidak menemukan adanya perbedaan signifikan dalam tingkat kelahiran sebelum usia kehamilan 37 minggu pada ibu hamil yang menjalani puasa dengan yang tidak. Hasil studi ini dilaporkan dalam BJOG: AnInternational Journal of Obstetrics and Gynaecology.

“Ini merupakan studi pertama yang melihat efek dari puasa (juga dalam puasa ramadan), khususnya, dengan kelahiran prematur, meski banyak perempuan hamil yang bertanya apakah tidak apa-apa jika ia ikut berpuasa,” ujar Dr Anwar Nassar, profesor obstetri dan ginekologi dari American University of Beirut MedicalCenter.

“Sejauh ini hasilnya tidak ada peningkatan risiko terhadap kelahiran prematur ketika si ibu berpuasa daat hamil, faktanya berat lahir bayi dari ibu yang berpuasa lebih rendah dibanding yang tidak puasa,” ujar Dr Nassar. Jadi, bisa disimpulkan, ibu hamil yang puasa bisa menurunkan kemungkinan obesitas pada bayinya.

(Baca juga : Habib Rizieq Ditahan, Fahri Hamzah: Ambillah Jalanmu Tuan )

Dan, yang terpenting adalah adanya pahala yang berlimpah atas puasanya seorang muslimah. Baik saat puasa sunnah, terlebih lagi mendapat limpahan pahala saat berpuasa wajib di bulan Ramadan. Janin yang ada di dalam kandungan juga akan merasakan dari dalam bahwa ibunya sedang menjalankan perintah Allah Ta’ala sehingga diharapkan saat besar nanti janin tersebut tumbuh menjadi seorang muslim yang taat. Subhanallah.

Wallahu ‘Alam